HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH DENGAN PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU DI SMK AL-MA’RIFAH GEMPOL - CIREBON

  • Vina Andita Pratiwi
Keywords: Competence Master Control Principal, Teacher Achievement Motivation, Kompetensi Guru, Pengawasan Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi Guru

Abstract

Abstrac

The problem of weak achievement motivation shown by the lack of, or at least individual teachers who excel at both regional and national, which continue to contribute to the ability of themselves and their surroundings.

Formulation of the problem: Is there a relationship Teacher Competence with increased achievement motivation of teachers, whether there is a relationship Oversight principals with teachers increase achievement motivation, whether there is a relationship Teacher Competence and supervision of school principals together with increased achievement motivation of teachers at SMK AL ma'rifah District Cirebon? Objective: to determine the relationship of teacher competence with increased achievement motivation of teachers, to determine the relationship of the principal oversight by an increase in achievement motivation of teachers at SMK AL ma'rifah Cirebon, to determine the relationship of teacher competence and supervision of school principals together with increased achievement motivation teacher at SMK AL ma'rifah Cirebon.

The proposed hypothesis: There is a significant and positive relationship competence of teachers and supervision of the principal motivation berprestasiMetode used is a research method used was survey method. The population in this study are all teachers of SMK AL ma'rifah Gempol Cirebon totaling 30 people. Analysis of data using multiple correlation analysis.

The results of data analysis showed: There is a significant and positive relationship between Teacher Competence (X1) with Achievement Motivation (Y). R Square of 0.045, this means that 4.5% of Achievement Motivation is influenced by variables Competence of teachers. While the correlation number is generated only 0.192, included in the category of relationship is very low. There is a significant and positive relationship between the Supervisory Principal (X2) with Achievement Motivation (Y). Figures correlation generated at 0.373 included in the category of low relation. R Square of 0.158, meaning that 15.8% of Achievement Motivation is influenced by variables Supervision Principal. There is a significant and positive relationship between Teacher Competence (X1) and supervision of Principal (X2) with Achievement Motivation (Y) of 0.533, this shows that these three variables have a relationship that was on the limits of interpretation of the value of R between 0.40 - 0.599. R Square of 0.284, meaning that 28.4% Achievement Motivation is influenced by variables Teacher Competence and Control Principal

Suggestions put forward are: To increase motivation, the school principal should consider promotion for teachers who have met the work period (eg, so vice principal), due to their promotion of the motivation of teachers will increase. Teachers should be able to cooperate well with the principal and with fellow colleagues in carrying out tasks such as extracurricular activities and so on. Every teacher must demonstrate competence to the maximum for the progress of the school and the learning achievement of the maximum.

 

 

 

Abstrak

Masalah lemahnya motivasi berprestasi ditunjukkan dengan kurangnya atau sedikitnya guru yang berprestasi secara individu baik ditingkat regional maupun nasional, yang senantiasa menyumbangkan kemampuan bagi diri dan lingkungannya.

Rumusan masalah: Apakah terdapat hubungan  Kompetensi Guru dengan peningkatan motivasi berprestasi guru, apakah terdapat hubungan  Pengawasan  kepala sekolah dengan peningkatan motivasi berprestasi guru, apakah terdapat hubungan  Kompetensi Guru  dan pengawasan kepala sekolah secara bersama sama dengan peningkatan motivasi berprestasi guru di SMK AL MA’RIFAH Kabupaten Cirebon  ? Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan  Kompetensi Guru dengan peningkatan motivasi berprestasi guru, untuk mengetahui hubungan  Pengawasan  kepala sekolah dengan peningkatan motivasi berprestasi guru di SMK AL MA’RIFAH Kabupaten Cirebon, untuk mengetahui  hubungan  Kompetensi Guru  dan pengawasan kepala sekolah secara bersama sama dengan peningkatan motivasi berprestasi guru di SMK AL MA’RIFAH Kabupaten Cirebon.

Hipotesis yang diajukan : Terdapat hubungan yang signifikan dan positif kompetensi guru dan pengawasan kepala sekolah  dengan motivasi berprestasiMetode yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Populasi dalam penelitian ini  adalah  seluruh guru SMK AL MA’RIFAH Gempol Kabupaten Cirebon  yang berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan analisis korelasi ganda.

Hasil analisis data menunjukkan: Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara Kompetensi Guru (X1) dengan Motivasi Berprestasi  (Y).   R Square  sebesar 0,045, hal ini berarti bahwa 4,5% Motivasi Berprestasi  dipengaruhi oleh variabel Kompetensi guru. Sementara angka korelasi yang dihasilkan hanya sebesar 0,192, termasuk pada kategori hubungan yang sangat rendah.  Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara Pengawasan Kepala Sekolah (X2) dengan Motivasi Berprestasi (Y). Angka korelasi yang dihasilkan sebesar 0,373 termasuk pada kategori hubungan yang rendah. R Square  sebesar 0,158, hal ini berarti bahwa 15,8% Motivasi Berprestasi  dipengaruhi oleh variabel Pengawasan Kepala Sekolah. Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara Kompetensi Guru (X1) dan Pengawasan Kepala Sekolah  (X2) dengan Motivasi Berprestasi  (Y) sebesar 0,533, hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mempunyai hubungan yang sedang berada pada batasan tafsiran nilai R  antara  0,40 - 0,599. R Square  sebesar 0,284, hal ini berarti bahwa 28,4% Motivasi Berprestasi  dipengaruhi oleh variabel Kompetensi Guru dan Pengawasan Kepala Sekolah

Saran yang diajukan adalah:  Untuk meningkatkan motivasi, kepala sekolah sebaiknya memperhatikan promosi bagi guru yang telah memenuhi masa kerja (misalnya jadi wakasek), karena dengan adanya promosi maka motivasi guru akan semakin meningkat. Guru harus mampu bekerja sama baik dengan kepala sekolah maupun dengan sesama rekan kerja dalam melaksanakan tugas seperti kegiatan ekstrakurikuler dan sebagainya.

 

 

Setiap guru harus menunjukkan kompetensinya secara maksimal demi kemajuan sekolah dan pencapaian prestasi belajar yang maksimal.

Published
2019-08-31
How to Cite
Vina Andita Pratiwi. (2019). HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN PENGAWASAN KEPALA SEKOLAH DENGAN PENINGKATAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU DI SMK AL-MA’RIFAH GEMPOL - CIREBON. Jurnal Ekonomi Manajemen. Retrieved from https://oaj.stiecirebon.ac.id/index.php/jem/article/view/32
Section
Articles